Ini Daftar Lembaga Penyedia Sertifikasi Keuangan Syariah

Berstatus sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, perekonomian Islami di Indonesia memang terus meningkat. Hal inilah yang akhirnya mendorong untuk mempercepat adanya sertifikasi profesi dalam industri keuangan syariah. Salah satunya adalah sertifikasi keuangan syariah demi meningkatkan SDM.

Dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024, tercatat baru 231 orang yang mengantongi sertifikasi keuangan syariah pada LSP-KS (Lembaga Sertifikasi Profesi Keuangan Syariah). Jumlah ini tentu sangatlah sedikit jika dibandingkan dengan populasi Muslim di Tanah Air yang mencapai 227 juta jiwa, seperti dilansir Kompas pada pertengahan Maret 2021 lalu.

Menurut Sutan Emir Hidayat selaku Direktur Pendidikan dan Riset Keuangan Syariah KNKS, sertifikasi keuangan syariah ini perlu didorong semaksimal dan secepat mungkin, agar makin banyak SDM (Sumber Daya Manusia) yang punya kompetensi dan kualitas terjamin.

“Mayoritas yang bekerja di industri keuangan syariah menggunakan pengalaman mereka di sektor keuangan konvensional. Jadi memang secara SDM, kita ini belum siap. Para pekerja itu harusnya paham soal esensi industri syariah juga,” ungkap Emir panjang lebar.

Hal ini sesuai dengan data Statistik Perbankan Syariah, di mana 38% SDM mereka berasal dari ekonomi konvensional, dan hanya 9,1% saja dari ekonomi syariah murni. Tak heran kalau kondisi ini akhirnya membuat banyak lembaga berbondong-bondong mempercepat proses sertifikasi pada pelaku keuangan syariah di Tanah Air.

 

Syarat Menjadi Ahli Syariah Pasar Modal

Sebagai lembaga pengawasan, OJK telah menyiapkan infrastruktur pengawasan berbasis risiko berupa regulasi kehati-hatian dan sistem pengawasan khusus bagi industri jasa keuangan syariah. Dalam perkembangan dua dekade sejak lahirnya bank syariah pertama di tanah air, sistem keuangan syariah terus berkembang pesat.

Tidak hanya perbankan syariah, industri keuangan non bank syariah juga berkembang. Misalnya, asuransi syariah, dana pensiun syariah, perusahaan pembiayaan syariah, obligasi syariah (sukuk), reksadana syariah, dan kegiatan pasar modal syariah lainnya.

 

Lembaga Keuangan Syariah

Seperti yang disinggung sebelumnya, supaya SDM para pelaku industri keuangan Islami ini makin berkualitas, program sertifikasi memang sangat diperlukan. Setidaknya ada beberapa lembaga yang melakukan program sertifikasi dan wajib Anda tahu. Salah satunya adalah Lembaga Sertifikasi Keuangan Syariah (LSP-KS).

 

LSP-Keuangan Syariah (LSP-KS)

Bisa dibilang kalau LSP-KS ini merupakan pioneer dalam pemberian sertifikasi untuk pelaku industri ekonomi Islami. Sudah mengantongi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) pada 31 Desember 2015, LSP-KS sudah melakukan sertifikasi sejak 18 Mei 2016.

LSP-KS berdiri berkat keterlibatan banyak pihak, mulai dari ASBISINDO bersama MES, AASI, ABSINDO, ASIPPINDO dan FoZ. Di tahun 2016, LSP-KS menyediakan sertifikasi manajemen risiko perbankan tingkat 1-5, sertifikasi amil zakat tingkat dasar dan ahli, sertifikasi customer service dan teller.

 

Pentingnya Punya Sertifikasi Keuangan Syariah

Mengantongi sertifikasi keuangan Islami tentu mempunyai banyak sekali manfaat. Mulai dari menjadi alat ukur standar kualitas, memahami kompetensi atas perekonomian Islam, sampai mempermudah untuk mencari pekerjaan di bidang profesi keuangan syariah.

Untuk itulah bagi Anda yang memang ingin serius di bidang ekonomi Islami, berburu sertifikasi keuangan syariah adalah salah satu hal yang wajib dipertimbangkan. SDM yang makin meningkat, membuat perekonomian syariah di Tanah Air berkembang pesat dan berkualitas.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *